Selasa, 01 Januari 2013

Ekosistem sawah



EKOSISTEM SAWAH

1. PENDAHULUAN

            Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara mahkluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem biasa dikatakan juga suatu tatanan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan yang saling mempengaruhi.

Satuan Mahkluh hidup dalam ekosistem.

1.      Individu
Individu adalah satu mahkluk hidup , misalnya pada ekosistem sawah, seekor semut. seekor cacing, seekor tikus, sebuah pohon padi.
2.      Populasi
Populasi adalah kumpulam individu sejenis yang dapat berkembang biak serta berada pada tempat yang sama dalam kurun waktu yang sama. Misalnya pada sawah, populasi semut, populasi tikus, populasi padi, populasi cacing.
3.      Komunitas
Komunitas adalah kumpulan beberapa macam populasi yang menempati daerah yang sama pada waktu yang sama ,masalnya pada sawah.
4.      ekosistem
ekosistam adalah kesatuan komunitas dan lingkungan yang membentuk suatu hubungan timbale balik diantara komponen-komponennya, komponen ekosistem mencakup seluruh mahkluk hidup dan mahkluk tidak hidup yang ada didalamnya.
5.      Bioma
Bioma adalah suatu ekosistem darat yang khas dan luas cakupannya.
6.      Biosfer
Biosfer adalah berbagai bioma di permukaan bumi yang saling berhubungan dan membantuk sistem yang lebih besar lagi.



Berdasarkan proses terbantuknya ekosistem dibedakan atas ekosistem buatan dan ekosistem alami.Ekosistem alami adalah ekosistem yang terbentuk secarah alamiah tanpa campur tangan manusia contohnya, rawa, sungai dan laut. Sedangkan ekosistem buatan adalah ekosistem yang terjadi dengan campur tangan manusia, contohnya, ekosistem sawah. Ekosistem kebun, waduk dan aquarium.
Namun pada makalah kali ini akan dibahas tentang ekosistem sawah. Karena diantara ekosistem buatan karena di ekosistem swah terdapat banyak sekali populasi hewan maupun tumbuhan disana sehingga memudahkan untuk di pelajari.

2 .PERUMUSAN MASALAH
  1. Apa saja komponen strukturnya (meliputi komponen biotik dan abiotik)
  2. Apa saja keterkaitan antara  komponen fungsi ekosistem yang muncul pada ekosistem sawah.
3. PEMBAHASAN
  1. Komponen strukturnya
Komponen struktur yang terdapat pada ekosistem sawah antara lain:
    1. komponen biotik
·         Produsen adalah organisme yang dapat menghasilkan makanan dan penyedia makanan untuk mahkluk hidup yang lain. contoh pada ekosistem sawah adalah : padi.
·         Konsumen adalah organisme yang tidak dapat membuat makananya sendiri dan bergantung pada organisme lain dalam hal makanan. Contoh pada ekosistem sawah adalah : belalang, tikus, ular.
·         Pengurai adalah organisme yang menguraikan organisme yang mati. Contoh pada ekosistem sawah adalah: cacing.
    1. Komponen abiotik
·       Cahaya matahari
·        Tanah
·        Udara
·        Suhu
·        Kelembaban

Berikut ini adalah contoh ekosistem sawah:


  1. Keterkaiatan Komponen Fungsi Ekosistem Yang Muncul
Pada ekosistem ini terdapat keanekaragaman jenis mahkluk hidupnya yaitu terdapat tumbuh –tumbuhan , hewan maupun pengurai.
Suatu organisme hidup akan selalu membutuhkan organisme lain dan lingkungan hidupnya. Hubungan yang terjadi antara individu dengan lingkungannya sangat kompleks, bersifat saling mempengaruhi atau timbal balik. Hubungan timbal balik antara unsur-unsur hayati dengan nonhayati membentuk sistem ekologi yang disebut ekosistem. Di dalam ekosistem terjadi rantai makanan, aliran energi, dan siklus biogeokimia
Rantai makanan adalah pengalihan energi dari sumbernya dalam tumbuhan    yaitu dengan melalui sederetan organisme yang makan dan yang dimakan.
Para ilmuwan ekologi mengenal tiga macam rantai pokok, yaitu rantai pemangsa, rantai parasit, dan rantai saprofit.





1)      Rantai pemangsa
     Rantai pemangsa landasan utamanya adalah tumbuhan hijau sebagai produsen. Rantai pemangsa dimulai dari hewan yang bersifat herbivora sebagai konsumen I, dilanjutkan dengan hewan karnivora yang memangsa herbivora sebagai konsumen ke-2 dan berakhir pada hewan pemangsa karnivora maupun herbivora sebagai konsumen ke-3.pada ekosistem sawah yang bertindak sebagai konsumen ke-1 adalah belalang dan yang bertindak sebagai konsumen ke-2 adalah tikus dan yang bertindak sebagai konsumen ke-3 adalah ular.
2)      Rantai saprofit
            Rantai saprofit dimulai dari organisme mati ke jasad pengurai. Misalnya jamur dan bakteri. Rantai-rantai di atas tidak berdiri sendiri tapi saling berkaitan satu dengan lainnya sehingga membentuk jaring-jaring makanan.
3)      Rantai parasit
Rantai parasit dimulai dari organisme besar hingga organisme yang hidup sebagai parasit. Contoh organisme parasit antara lain cacing, bakteri.
4)      Rantai makanan tingkat trofik
Salah satu cara suatu komunitas berinteraksi adalah dengan peristiwa makan dan dimakan, sehingga terjadi pemindahan energi, elemen kimia, dan komponen lain dari satu bentuk ke bentuk lain di sepanjang rantai makanan.                                                                           
Organisme dalam kelompok ekologis yang terlibat dalam rantai makanan digolongkan dalam tingkat-tingkat trofik. Tingkat trofik tersusun dari seluruh organisme pada rantai makanan yang bernomor sama dalam tingkat memakan.
Sumber asal energi adalah matahari. Tumbuhan yang menghasilkan gula lewat proses fotosintesis hanya memakai energi matahari dan C02 dari udara. Oleh karena itu, tumbuhan tersebut digolongkan dalam tingkat trofik pertama.yakni tanamanpadi. Hewan herbivora atau organisme yang memakan tumbuhan termasuk anggota tingkat trofik kedua, yakni belalang. Karnivora yang secara langsung memakan herbivora termasuk tingkat trofik ketiga, yakni tikus. sedangkan karnivora yang memakan karnivora di tingkat trofik tiga termasuk dalam anggota iingkat trofik keempat, yakni ular.
Berikut adalah proses rantai makanan yang terjadi ada ekosistem sawah :
            Padi – belalang – tikus – ular
Padi        : menempati trofik pertama sebagai konsumen
Belalang : menempati trofik dua sebagai konsumen tingkat Satu.
Tikus      : menempati trofik tiga sebagai konsumen tingkat dua.
Ular        : menempati trofik tiga sebagai konsumen tingkat tiga.
5)      piramida ekologi
Struktur trofik pada ekosistem dapat disajikan dalam bentuk piramida ekologi. Ada 3 jenis piramida ekologi, yaitu piramida jumlah, piramida biomassa, dan piramida energi.
·         Piramida jumlah
Organisme dengan tingkat trofik masing - masing dapat disajikan dalam piramida jumlah, seperti kita Organisme di tingkat trofik pertama biasanya paling melimpah, sedangkan organisme di tingkat trofik kedua, ketiga, dan selanjutnya makin berkurang.
·         Piramida biomassa
Piramida biomassa berfungsi menggambarkan perpaduan seluruh organisme di habiyat tertentu dan diukur dalam gram.untuk menghindari kerusakan habitat maka biasanya hanya diambil sedikit sampel dan diukur, kemudian total seluruh biomassa dihitung.
·         Piramida energi
Seringkali piramida biomassa tidak selalu memberi informasi yang kita butuhkan tentang ekosistem tertentu. Lain dengan Piramida energi yang dibuat berdasarkan observasi yang dilakukan dalam waktu yang lama. Piramida energi mampu memberikan gambaran paling akurat tentang aliran energi dalam ekosistem.




Saling ketergantungan diantara komponen yang ada didalam ekosistem, baik diantara komponen biotic maupun abiotik dapat dilihat dalam siklus karbon . siklus karbon tidak akan berjalan dengan baik apabila tidak ada tumbuhan , hewan, pengurai, air dan tanah.
Siklus biogeokimia atau siklus organikanorganik adalah siklus unsur atau senyawa kimia yang mengalir dari komponen abiotik ke biotik dan kembali lagi ke komponen abiotik. Siklus unsur-unsur tersebut tidak hanya melalui organisme, tetapi jugs melibatkan reaksireaksi kimia dalam lingkungan abiotik sehingga disebut siklus biogeokimia.
Siklus-siklus tersebut antara lain: siklus air, siklus oksigen, siklus karbon, siklus nitrogen, dan siklus sulfur. Di sini hanya akan dibahas 3 macam siklus, yaitu siklus nitrogen, siklus fosfor, dan siklus karbon.
1)      siklus Nitrogen
Gas nitrogen banyak terdapat di atmosfer, yaitu 80% dari udara. Nitrogen bebas dapat ditambat/difiksasi terutama oleh tumbuhan yang berbintil akar (misalnya jenis polongan) dan beberapa jenis ganggang. Nitrogen bebas juga dapat bereaksi dengan hidrogen atau oksigen dengan bantuan kilat/ petir.
Beberapa bakteri yang dapat menambat nitrogen terdapat pada akar Legum dan akar tumbuhan lain, misalnya Marsiella crenata. Selain itu, terdapat bakteri dalam tanah yang dapat mengikat nitrogen secara langsung, yakni Azotobacter sp. yang bersifat aerob dan Clostridium sp. yang bersifat anaerob. Nostoc sp. dan Anabaena sp. (ganggang biru) juga mampu menambat nitrogen.
2)      siklus fosfor
Di alam, fosfor terdapat dalam dua bentuk, yaitu senyawa fosfat organik (pada tumbuhan dan hewan) dan senyawa fosfat anorganik (pada air dan tanah).
Fosfat organik dari hewan dan tumbuhan yang mati diuraikan oleh dekomposer (pengurai) menjadi fosfat anorganik. Fosfat anorganik yang terlarut di air tanah atau air laut akan terkikis dan mengendap di sedimen laut. Oleh karena itu, fosfat banyak terdapat di batu karang dan fosil. Fosfat dari batu dan fosil terkikis dan membentuk fosfat anorganik terlarut di air tanah dan laut. Fosfat anorganik ini kemudian akan diserap oleh akar tumbuhan lagi. Siklus ini berulang terus menerus. Lihat Gambar









3)      siklus karbon dan oksigen
Di atmosfer terdapat kandungan COZ sebanyak 0.03%. Sumber-sumber COZ di udara berasal dari respirasi manusia dan hewan, erupsi vulkanik, pembakaran batubara, dan asap pabrik.
Karbon dioksida di udara dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk berfotosintesis dan menghasilkan oksigen yang nantinya akan digunakan oleh manusia dan hewan untuk berespirasi.
Hewan dan tumbuhan yang mati, dalam waktu yang lama akan membentuk batubara di dalam tanah. Batubara akan dimanfaatkan lagi sebagai bahan bakar yang juga menambah kadar C02 di udara



Di ekosistem air, pertukaran C02 dengan atmosfer berjalan secara tidak langsung. Karbon dioksida berikatan dengan air membentuk asam karbonat yang akan terurai menjadi ion bikarbonat. Bikarbonat adalah sumber karbon bagi alga yang memproduksi makanan untuk diri mereka sendiri dan organisme heterotrof lain. Sebaliknya, saat organisme air berespirasi, COz yang mereka keluarkan menjadi bikarbonat. Jumlah bikarbonat dalam air adalah seimbang dengan jumlah C02 di air. Lihat Gambar






4.DAFTAR PUSTAKA
Odum, EP. 1983. Basic Ecology. Saunders, Philadelphia

Zoer´aini D.I. 2003. Prinsip-prinsip Ekologi dan Organisasi. PT Bumi Aksara, Jakarta
http://id.wikipedia.org/wiki/ekosistem.diakses pada tanggal 31 desember 2009 pukul13.30.
http://id.wikipedia.org/wiki/bio-geokimia.diakses pada tanggal 31 desember 2009 pukul13.35.

1 komentar: